Jambiin.com–Upaya peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam terus mendapat perhatian. Yayasan Prakarsa Madani Jambi melakukan kontrol langsung terhadap proses pendidikan di wilayah tersebut, khususnya di Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Kepala SDN 191/VII Pematang Kabau II, Ade Irma Suryani, saat dikunjungi Kamis (9/04/2026) menjelaskan bahwa dari total 109 anak murid,namun SAD yang terdata sebanyak 51 anak saat ini aktif bersekolah dari kelas I hingga kelas VI.
Menurutnya, pihak sekolah berupaya mempertahankan anak-anak SAD tetap bersekolah selama masih dalam usia pendidikan dasar. Namun, bagi yang sudah melewati usia ideal, akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Kalau masih usia SD, akan kita pertahankan. Tapi jika sudah dewasa, kita evaluasi kembali. Kalau memang masih ada keinginan belajar, kita arahkan ke pendidikan paket,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak bersifat memaksa. Tidak ada perjanjian tertulis (MoU), melainkan pendekatan persuasif secara lisan agar anak-anak SAD tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
“Kita tidak memaksa mereka harus sekolah di mana. Semua kembali ke pilihan anak-anak SAD. Yang penting jangan sampai mereka melewati usia pendidikan tanpa kesempatan belajar,” tambahnya.
Ade Irma juga mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pendidikan anak SAD bukan pada akses, melainkan pada faktor adaptasi sosial.
“Permasalahannya lebih ke adaptasi. Mereka sering merasa minder,” katanya.
Dalam pelaksanaan pendidikan, sekolah mendapat dukungan tenaga pengajar dari berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi terkait seperti PT SAL, TNBD, serta tenaga dari dinas pendidikan.
Selain itu, para siswa SAD juga diberikan uang jajan sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap semangat bersekolah.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan di komunitas SAD, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda mereka. (*)